Dari setiap wawancara, kita bisa tahu bagaimana kondisi dan karakter seseorang. Tapi orang yang kita tulis hari ini sebenarnya sangat menarik. Kesan langsung tentang dia: setiap kata yang dia ucapkan seolah-olah lahir dari pengalaman rugi.
Baiklah, mari kita kenalan dengan tamu kita hari ini.
Tamu yang kita wawancarai hari ini bernama Lao K. Orang ini cukup terkenal di kalangan trader. Dia sudah trading selama belasan tahun dan pernah membimbing beberapa murid. Dia termasuk trader individu yang cukup disegani.
Dia pernah menulis beberapa artikel, dan saya pernah membacanya dengan serius. Kalimat yang paling sering dia tulis adalah: "Saya bukan tipe trader berbakat, saya tipe yang menginjak setiap lubang lalu merangkak keluar."
Kedengarannya rendah hati, tapi siapa pun yang pernah membaca artikelnya tahu bahwa dia benar-benar pernah mengalaminya. Saat pertama kali kena margin call, dia kehilangan uang kuliah satu tahun hanya dalam tiga hari.
Lao K masuk ke dunia trading sepenuhnya karena teman sekamarnya di kampus. Tahun 2011, temannya sedang melihat grafik di kamar. Lao K mendekat dan melirik, lalu bertanya temannya sedang main apa. Temannya bilang sedang cari cuan. Temannya bilang hari itu dia dapat uang jajan setengah bulan.
Saat itu Lao K merasa heran, berpikir kok bisa dapat cuan dari situ. Karena dia memang lagi butuh uang, dia ikut belajar dari temannya, lalu buka akun.
Nasib Lao K memang agak nahas. Tahun pertama, tanpa kecuali, dia kena margin call berkali-kali. Dari sini juga terlihat karakternya: dia memang tipe yang harus mencoba semuanya, berani ambil risiko, dan berani trading.
Dia bilang margin call yang paling membekas adalah yang kedua kalinya, di mana dia kehilangan uang kuliah satu tahun hanya dalam tiga hari.
Karena masih newbie, saat itu dia melakukan semua kesalahan klasik: pertama, posisi besar (heavy position); kedua, frekuensi trading tinggi; ketiga, menahan posisi rugi (menolak cut loss). Makanya saya bilang lot-nya benar-benar gede.
Waktu itu, pas market buka pagi, dia merasa harga bakal naik, jadi dia all-in. Begitu harga turun, dia tahan. Begitu tidak kuat tahan, dia cut loss. Setelah cut loss, dia langsung entry berlawanan arah. Sampai hari ketiga, dia bingung sendiri. Sore hari ketiga, saldo akunnya tinggal 8 dolar. Saat itu dia benar-benar syok.
Dia bilang masih ingat perasaan waktu itu. Perasaannya seperti: kamu tahu kamu sedang melakukan hal yang salah, tapi tanganmu tidak bisa berhenti. Seperti kamu tahu judi itu tidak baik, tapi kamu tidak mau turun dari meja.
Itu wajar. Orang yang sudah duduk di meja judi tidak mau turun, kecuali dia sudah dapat uang yang dia inginkan.
Meskipun dua tahun pertama dia rugi banyak, semakin dia belajar, dia semakin merasa trading itu hal yang menarik. Jadi setelah lulus, dia kerja di sebuah institusi sebagai risk control. Setiap hari dia belajar ulang dari melihat slip order orang lain dan testing kecil-kecilan pakai uang sendiri.
Setelah setengah tahun, dia menyimpulkan sendiri: "Setiap hari melihat orang lain rugi itu lebih efektif daripada saya cuan sendiri." Saat itu dia benar-benar paham. Ternyata mayoritas orang rugi karena tiga hal: posisi besar, frekuensi tinggi, dan menahan rugi. Jadi rahasia cuan justru kebalikannya: posisi kecil, frekuensi rendah, dan stop loss.
Dia mulai paham. Setelah langkahnya benar, dia harus belajar lebih banyak detail. Kemudian dia mulai belajar menentukan arah. Katanya, kalau arah salah, semua usaha sia-sia. Hanya dengan menunggu pola muncul di level-level kunci, baru bisa lebih stabil.
"Kalau tidak ada level kunci, pola sebagus apa pun itu menipu," katanya.
Breakout asli vs palsu juga sama. Kebanyakan orang mengira kalau harga sudah melewati high sebelumnya itu namanya breakout. Padahal tidak. Breakout itu sebuah area, bukan satu harga. Kalau cuma menggambar satu garis support resistance, sebaiknya gambar area persegi panjang, karena di area itulah level tersebut berfungsi.
Begitulah, sedikit demi sedikit dia mulai belajar. Dibandingkan beberapa trader高手 lain yang pernah diwawancarai, dia sebenarnya lebih banyak melakukan kesalahan. Tapi tidak diragukan lagi, Lao K adalah yang paling berani. Pantas saja namanya Lao K, karena K itu kartu besar di permainan poker.
Lao K bilang, banyak orang trading tanpa kesabaran. Harga belum selesai bergerak, mereka sudah bilang breakout, langsung entry, ternyata itu cuma gerakan palsu. Sudah susah payah, ternyata dapatnya cuma ikan kecil, bahkan tidak dapat apa-apa.
Terus parahnya, pas breakout yang benar-benar terjadi, market akan kasih satu candle besar hijau atau merah, seperti jari yang menunjuk arah. Saat itu kebanyakan orang sudah telat. Makanya dia bilang, trading yang bagus itu bukan dibuat, tapi ditunggu. Setelah trading empat tahun, dia mulai tidak asal pilih, tapi fokus menunggu peluang bagus.
Lao K sekarang waktu trading hariannya sebenarnya sangat singkat. Katanya, sekarang beda sama beberapa tahun lalu. Dulu setiap hari dia "serius" banget, sering melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu, seperti memperhatikan hal-hal yang tidak penting. Sekarang, karena sudah sering salah, dia jadi lebih berpengalaman. Pagi bangun, lihat grafik sebentar. Ada sinyal, dia eksekusi. Tidak ada sinyal, ya matikan komputer dan cari kegiatan lain.
Waktu muda, dia pengen mantau grafik 24 jam nonstop. Sekarang dia merasa semakin sering mantau, semakin banyak rugi. Kalau tidak ada peluang bagus, lebih baik tidak trading.
Ini mungkin termasuk pelajaran dari trader senior: kalau tidak ada hasil bagus, besok jangan dipaksakan. Lao K sendiri bilang sambil tertawa, "Trading sampai akhirnya cuma soal tiga kalimat: kamu harus belajar kapan masuk, kapan keluar, dan rugi berapa kamu menyerah."
Katanya, kalau sudah paham tiga kalimat itu, kamu tidak perlu cemas. Sekarang kalau akun drawdown beberapa persen, malam tetap bisa tidur nyenyak. Bukan karena tidak takut rugi, tapi karena dia tahu berapa besar rugi yang masih bisa dia tanggung. Masih dalam batas amannya. Kalau kalian trading dan sudah menggambar batas bawah dengan jelas, justru tidak akan takut apa pun.
Stop loss itu menghentikan kerugian; kalau tidak stop loss, yang terhenti adalah peluang. (Kalimat ini penuh makna, bisa dibaca berulang-ulang.)
Menulis tentang Lao K sebenarnya sama dengan menulis kondisi kebanyakan orang. Tapi ada bedanya: Lao K adalah master. Bukan karena dia master lalu main trading, tapi karena dia jago evaluasi diri, makanya dia jadi master.
Guru yang baik belum tentu orang yang pernah rugi besar. Bisa juga orang yang, baik saat benar maupun salah, selalu belajar refleksi dan mengoptimalkan langkah serta detail. Kalau main trading tanpa kesadaran seperti ini, mending jangan neko-neko.